Kamis, 15 November 2018

Gara-gara Meteor Garden 2018

Akhir-akhir ini sedang disibukkan dengan mengamati sesuatu. Ah, betapa memalukannya kalau harus meninggalkan blog ini lagi. Setelah tenggelam beberapa hari, akhirnya datang lagi. Dengan membawa kabar baru, kabar tetang betapa mengerikannya Sinetron Indonesia kala ini, MENURUT PERSEPSI ku sendiri. Please take note bahwa ini hanya menurut owner Kias Jentera saja. Apakah persepsi anda sama atau bertolak belakang, silakan, kita bebas berekspresi.

Terlalu lambat memang untuk mulai menonton C-Drama dan K-Drama sekarang, tapi memang itulah yang aku lakukan. Hahahaha... sementara orang lain sudah menyelelesaikan segunung film drama asing dan membuat review tenang apa yang mereka tonton, aku masih berdiri di garis start. Memalukan, tapi tidak ada salahnya untuk mencoba dan memulai. Kalau begitu, marilah kita mulai.

Drama yang membuatku pindah aliran dari buatan dalam negeri ke produksi luar negeri adalah...

Meteor Garden 2018.

Karena kala itu, kalau tak salah, 2001an, Meteor Garden yang pertama dibuat muncul saat aku masih ingusan dan lebih memilih nonton Usagi dan Tuxedo bertopeng daripada Shancai dan Daomingsi, maka gemparnya F4 kala itu terlewatkan begitu saja. Namun masa terus berjalan dan membawaku terantuk pada Drama ini yang dibuat ulang pada tahun 2018. Tayang di sebuah channel televisi swasta, yang karena jam tayangnya berbenturan dengan waktu pulang kerjaku, dengan berat hati membuatku mengunduh aplikasi ponsel yang menayangkannya. VIU namanya. Voila... tidak mengecewakan, dan sempat membuatku tidak bisa move on. Bukan karena bintang-bintangnya, tapi karena aroma persahantan dan polah lucu dalam drama itu yang sesaat membuatku terlempar kembali ke masa lampau, saat geng lima cewek berbunga di sekolah menengah kami. Amarah, kesedihan, rasa cinta, pengertian dan pengorbanan mewarnai kami kala itu, dan secara mendadak kutemukan lagi dalam kisah F4. Walah... aku harus menghela nafas lega saat menyelesaikan film seri ini.

Karena Sinopsis sudah banyak yang memposting, silakan di browsing ya, atau kalau mau nonton filmnya juga bisa download aplikasi tersebut diatas. 

Setelah selesai menonton Meteor Garden 2018, mengapa aku merasa tercerahkan. Entahlah aku tidak berani menilai dan mengomentari hal-hal yang berada diluar penalaran ataupun pengetahuanku tentang sinetron indonesia. Dalam pikiranku hanyalah, mengapa para produser film itu tidak menjadikan film seri korea ataupun china sebagai contoh. Alur yang jelas, episode yang jelas, ada awalan yang membuat penonton tertari, dan ada akhir yang membuat penontonnya puas, bahkan menunggu seri sekuelnya dibuat. Ah entahlah, mungkin akan butuh waktu lagi untukku bisa menikmati sinetron dalam negeri yang selalu melantur, kurang mendidik, dan tak bertujuan.

Sekali lagi ini hanya pemikiranku saja, ke tidak setujuan dalam pendapat ini adalah hal yang wajar. 

Sepertinya aku hanya harus melawan keinginan untuk melahap habis satu film dalam sehari saking penasarannya. Kedepannya harus membuat sebuah list dan jadwal film-film yang harus ditonton. Apakah perasaan kita sama? kelihatannya memang benar-benar harus membuat jadwal baru untuk kegiatan menyenangkan yang baru ini.

Happy watching !! Bukan karena aku tak cinta Indonesia ya... 😊😊😊

Tidak ada komentar:

Posting Komentar